Indeks Biologi Plankton



MAKALAH PLANKTONOLOGI
INDEKS BIOLOGI PLANKTON

Diajukan Sebagai Tugas Mata Kuliah
Planktonologi






Disusun oleh :
Yuri Indriyani                                    160254242021





JURUSAN MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN
FAKULTAS ILMU KELAUTAN DAN PERIKANAN
UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI
KEPULAUAN RIAU
2017




KATA PENGANTAR

Syukur alhamdulillah saya ucapkan kepada sang pencipta tiada lain Allah SWT. Berkat karunia dan kesempatannya, saya dapat menyusun makalah ini dari informasi berbagai sumber terpercaya, dan saya berhasil menyelesaikan makalah yang berjudul “Indeks Biologi Plankton”.
            Salawat beriring salam selalu tercurahkan kepada junjungan alam nabi besar Muhammad SAW. Yang telah memberikan kita umatnya jalan menuju dunia yang penuh ilmu pengetahuan bagi kelangsungan hidup kita seperti sekarang ini.
            Dalam penulisan makalah ini, saya sangat berterimakasih kepada dosen saya selaku dosen yang mengajar dimata kuliah Planktonologi Ani Suryanti atas bimbingannya, dan saya menyadari masih terdapat kekurangan dan ketidakmampuan saya menyusun makalah ini agar dimengerti banyak pihak. Namun, saya berusaha yang terbaik untuk dapat menunjukkan hasil dari kerja keras dalam membuat makalah ini. Saya berharap dengan makalah ini, dapat menambahkan ilmu pengetahuan bagi saya khususnya, dan bagi mahasiswa/i pada umumnya. Sehingga makalah ini dapat membantu menambah wawasan bagi yang membutuhkan.


BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Plankton merupakan sekelompok biota akuatik baik berupa tumbuhan maupun hewan yang hidup melayang atau terapung secara pasif di permukaan perairan, dan pergerakan serta penyebarannya dipengaruhi oleh gerakan arus walaupun sangat lemah. Plankton berupa tumbuhan atau yang biasa kita sebut fitoplankton merupakan plankton yang tidak bergerak dan memiliki klorofil sehingga mampu melakukan fotosintesis. Keberadaannya ini memiliki fungsi yang sangat penting seperti tumbuhan yang ada di daratan. Selanjutnya, plankton yang berupa hewan yaitu zooplankton yang dapat bergerak meskipun pergerakannya terbatas. Sumber makanan zooplankton adalah fitoplankton, karena zooplankton tidak mampu berfotosintesis layaknya fitoplankton.
Meskipun plankton terbagi kedalam dua golongan, tetap saja secara umum planton baik itu fitoplankton ataupun zooplankton sama-sama memiliki peranan penting bagi suatu perairan. Kesuburan dari suatu perairan antara lain dapat dilihat dari keberadaan organisme planktonnya, karena plankton dalam suatu perairan dapat menggambarkan tingkat produktivitas perairan tersebut. Dalam sistem trofik ekosistem perairan, organisme plankton sangat berperan sebagai produsen dan berada pada posisi tingkat dasar, yaitu menentukan keberadaan organisme pada jenjang berikutnya berupa berbagai jenis ikan-ikan. Oleh karena itu, keberadaan plankton di suatu perairan sangat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup ikan-ikan di perairan tersebut, terutam bagi ikan-ikan pemakan plankton atau ikan-ikan yang berada pada taraf perkembangan awal.
Keberadaan plankton yang sangat penting inilah, menjadikan plankton perlu diteliti mengenai keanekaragaman, keseragaman dan dominansi yang akan memberikan bukti nyata mengenai keadaan komponen biotik dan komponen abiotik dalam suatu perairan. Keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi plankton dapat ditemukan dalam indeks biologi plankton. Untuk itu dalam makalah ini akan dijelaskan bagian-bagian yang termasuk dalam indeks biologi plankton.

1.2 Rumusan Masalah
    Adapun rumusan masalah makalah “Indeks Biologi Plankton” berdasarkan latar belakang adalah sebagai berikut :
1.      Apa itu indeks biologi plankton?
2.      Apa itu keanekaragaman plankton, keseragaman plankton, dan dominansi plankton?
3.      Bagaimana cara mencari keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi plankkton dalam suatu perairan?

1.3 Tujuan Penulisan
    Adapun tujuan penulisan dari makalah “Indeks Biologi Plankton”  yaitu :
1.      Memberikan informasi mengenai indeks biologi.
2.      Mengetahui pembagian dari indeks biologi.
3.      Mengetahui cara pengaplikasian mengenai indeks biologi dalam suatu perairan.

1.4 Manfaat penulisan
            Adapun manfaat dari makalah ini yaitu menambah wawasan setiap orang yang ingin memperdalam materi mengenai indeks biologi plankton, dapat meningkatkan pemahaman mengenai indeks biologi plankton dan dapat mengetahui secara pasti bagaimana kondisi suatu perairan dengan menggunakan indeks biologi plankton.  







BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Indeks Biologi Plankton
                   Indeks biologi plankton adalah nilai-nilai yang perlu dicari terkait faktor biologi plankton antara lain mencari keanekaragaman plankton, keseragaman plankton, dan dominansi plankton. Dengan mengetahui faktor biologi dari plankton, dapat memberikan gambaran jelas mengenai segala hal yang dibutuhkan terkait keadaan suatu perairan dari mulai kondisinya, biota yang hidup disana, bahkan kondisi biologi ini juga akan mempengaruhi kualitas air yang dilihat dari faktor fisika dan kimianya.
                        Keanekaragaman, keseragaman dan dominansi plankton dalam suatu perairan akan membantu menganalisis tingkat kehidupan yang ada dalam suatu perairan. Seperti contoh zooplankton dalam perairan dapat dipakai sebagai salah satu indikator biologi dalam menentukan perubahan kondisi perairan tersebut. Untuk mengkaji hal tersebut salah satu yang dapat dilakukan yaitu dengan mengetahui komposisi, kelimpahan, dan keanekaragaman zooplankton. Struktur komunitas zooplankton di suatu perairan ditentukan oleh kondisi lingkungan dan ketersediaan makanan. Apabila kondisi lingkungan sesuai dengan kebutuhan zooplankton maka akan terjadi proses pemangsaan fitoplankton oleh zooplankton, kemudian zooplankton akan dimakan oleh konsumen diatasnya begitulah seterusnya sehingga menciptakan tingkat kehidupan atau rantai makanan dalam suatu perairan.
                        Dengan demikian, indeks biologi plankton memiliki pengaruh penting dalam menentukan keadaan suatu perairan. Baik atau buruknya, dapat terlihat dari keanekaragaman, keseragaman dan dominansi plankton yang terdapat dalam perairan tersebut. Contohnya terdapat tiga stasiun yaitu stasiun A, B, dan C. Stasiun A terdapat 6 individu dari 2 spesies dengan individu masing-masing spesies adalah 3. Stasiun B terdapat 1 individu dari 1 spesies saja. Stasiun C terdapat 8 individu dari 4 spesies dengan individu masing-masing spesies yang berbeda-beda proporsinya. Perhatikan gambar ilustrasi dibawah ini.
Stasiun A
Stasiun B
Stasiun C
()()()    {}{}{}
[]
[][][]     {}{}     ()     <><>
                       
                        Dari ilustrasi diatas tentunya dapat memberikan hipotesis mengenai sumber informasi kondisi lingkungan tersebut. Stasiun C memiliki jumlah spesies dan jumlah individu yang lebih banyak dari stasiun lain, untuk mengetahui secara tepat kondisi suatu perairan adalah dengan mencari indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, dan indeks dominansi yang akan ditemukan dalam indeks biologi plankton. Namun sebelum mencari indeks biologi plankton, terlebih dahulu mencari kelimpahannya. 


2.2 Indeks Keanekaragaman Plankton
                        Indeks keanekaragaman plankton adalah bagian dari indeks biologi plankton yang akan menggambarkan keadaan populasi organisme secara matematis untuk mempermudah menganalisis informasi jumlah individu masing-masing bentuk pertumbuhan atau genus organisme dalam suatu komunitas habitat organisme. Keanekaragaman ditandai dengan banyaknya spesies yang ada dalam suatu perairan, semakin tinggi tingkat keanekaragamannya menunjukkan bahwa perairan tersebut adalah perairan yang stabil, sedangkan perairan yang tidak stabil atau berubah-ubah ditandai dengan tingkat keanekaragaman yang rendah.
                        Berikut ini formula untuk menentukan indeks keanekaragaman berdasarkan persamaan Shanon-Winener sebagai berikut :


                       Kisaran indeks keanekaragaman (H’) diklasifikasikan sebagai berikut (Magurran 1988):
0<H’<1.5           = keanekaragaman rendah
1.5<H’<3.5        = keanekaragaman sedang
H’>3.5               = keanekaragaman tinggi
Menurut Wilhm & Dorris (1968) nilai indeks keanekaragaman (H’) dikaitkan dengan tingkat pencemaran adalah sebagai berikut:
H’>3        = tidak tercemar
1<H’<3    = tercemar sedang
0<H’<1    = tercemar berat
Kenekaragaman rendah berarti kondisi perairan labil karena perairan tersebut hanya cocok bagi jenis tertentu. Keanekaragaman sedang atau moderat menandakan organisme tersebut menyebar merata. Keanekaragaman tinggi atau stabil menandakan jenis organisme variasinya tinggi dan didukung oleh faktor lingkungan yang prima untuk semua jenis yang hidup dalam habitat bersangkutan (Odum 1993).

2.3 Indeks Keseragaman Plankton 
                   Indeks keseragaman menggambarkan penyebaran individu antar spesies yang berbeda dan diperoleh dari hubungan antara keanekaragaman dengan keanekaragaman maksimalnya. Semakin tinggi kesamaan jumlah individu pada setiap spesies, maka tidak ada dominansi spesies tertentu di perairan. Hal ini menandakan bahwa kondisi lingkungan stabil.
                        Berikut ini formula untuk menentukan indeks keseragaman adalah sebagai berikut :

            

Nilai E mendekati 0 apabila sebaran individu antar jenis tidak merata atau ada sekelompok jenis tertentu yang dominan dengan kata lain semakin kecil keseragaman populasi.

2.4 Indeks Dominansi Plankton
              Digunakan untuk melihat tingkat dominansi kelompok biota tertentu dalam suatu habitat. Berikut ini formula untuk menentukan indeks dominansi adalah sebagai berikut :

D = Indeks dominansi
Ni = Jumlah individu ke-i
N = Jumlah total individu sejenis 



BAB III
PENUTUP

A.     Kesimpulan
Indeks biologi plankton adalah cara yang digunakan untuk menemukan tingkatan keanekaragaman plankton, keseragaman plankton, dan dominansi plankton dalam suatu perairan. Indeks keanekaragaman plankton dapat menggambarkan keadaan populasi organisme secara matematis, indeks keseragaman digunakan untuk mengetahui sejauh mana jumlah individu pada setiap spesies, sedangkan indeks dominansi digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya dominasi spesies dalam suatu perairan.
Dengan demikian jika dalam suatu perairan indeks keanekaragamannya tinggi hal ini menunjukkan perairan itu stabil, jika keseragamannya tinggi dan tidak ada yang mendominasi menunjukkan kondisi lingkungan stabil. Sedangkan jika indeks keanekaragamannya rendah maka perairan tersebut tidak stabil, jika keseragamannya rendah dan terdapat spesies yang mendominasi maka perairan tersebut tidak stabil.

A.     Saran
Adapun saran dalam makalah ini adalah mengambil sampel air disesuaikan dengan lokasi dan kebutuhan. Dalam perhitungan mencari indeks keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi diperlukan ketelitian dan kecermatan agar hasil perhitungan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. 



DAFTAR PUSTAKA
 


Dewiyanti, G. A. D., Irawan, B., & Moehammadi, N. (2014). Kepadatan Dan Keanekaragaman Plankton Di Perairan Mangetan Kanal Kabupaten Sidoarjo Provinsi Jawa Timur Dari Daerah Hulu, Daerah Tengah Dan Daerah Hilir Bulan Maret 2014. Biologi, (2010).
Di, Z., & Sindangkerta, P. (2015). Bab ii kelimpahan, keanekaragaman, dan zooplankton di pantai sindangkerta, 10–39.
Nurfadillah, A., Damar, E., & Adiwilaga, M. (2012). Komunitas Fitoplankton di Perairan Danau Laut Tawar Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh. Depik, 1(2), 93–98.
Ramadhania, S., Maresi, P., & Yunita, E. (2015). Fitoplankton sebagai bioindikator saprobitas perairan di situ bulakan kota tangerang, 8, 113–122. https://doi.org/10.15408/kauniyah.v8i2.2697
Selatan, S. (2015). Keragaman Plankton dan Kondisi Perairan Tambak Intensif dan Tradisional di Probolinggo Jawa Timur, 83–97.


Komentar

Posting Komentar